Nissan dan Honda Siap Lanjutkan Pembicaraan Kerja Sama di Bawah Kepemimpinan CEO Baru

Pembicaraan mengenai merger antara Honda dan Nissan kembali mencuat setelah Ivan Espinosa menjabat sebagai CEO baru Nissan. Espinosa, yang dikenal dengan pendekatan terbuka terhadap berbagai bentuk kemitraan, menyatakan bahwa meskipun pembicaraan merger yang terjadi pada Februari lalu tidak mencapai kesepakatan, peluang untuk kolaborasi tetap terbuka. Pada pembicaraan sebelumnya, kedua perusahaan tidak dapat sepakat mengenai struktur manajerial, dengan Honda menginginkan Nissan menjadi anak perusahaan.

Namun, setelah pengunduran diri CEO Nissan sebelumnya, Makoto Uchida, peluang untuk melanjutkan negosiasi semakin besar. Espinosa mengonfirmasi bahwa meskipun merger dihentikan, kedua perusahaan terus melanjutkan kerja sama, terutama dalam pengembangan mobil listrik. “Kami akan terus berbicara dengan Honda dan bekerja bersama dalam berbagai proyek,” ujar Espinosa. Selain itu, Nissan dan Honda juga menjajaki kemungkinan kolaborasi dalam pengembangan kendaraan bebas emisi dan penerapan kecerdasan buatan untuk menekan biaya produksi.

Kedua perusahaan memiliki tujuh model di segmen SUV besar, yang mencakup merek Nissan, Infiniti, Honda, dan Acura. Ini bisa menjadi dasar bagi pengembangan kemitraan lebih lanjut di masa depan. Espinosa menegaskan bahwa industri otomotif akan semakin bergantung pada kemitraan yang efisien untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar. Meskipun merger besar tidak terwujud, peluang untuk kolaborasi jangka panjang tetap terbuka dengan fokus pada inovasi, efisiensi, dan pengurangan biaya produksi.