Jika berencana meninggalkan mobil listrik dalam waktu lama saat mudik Lebaran, ada beberapa langkah penting yang perlu dilakukan agar kendaraan tetap dalam kondisi optimal. Menurut pakar otomotif Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mobil listrik membutuhkan perhatian khusus, terutama pada sistem baterai dan komponen elektrikalnya.
Sebelum menyimpan kendaraan, pastikan untuk mencuci mobil secara menyeluruh, termasuk bagian bawah dan sela-sela bodi, guna mencegah kotoran menumpuk yang bisa menyebabkan korosi. Pilih tempat penyimpanan yang teduh dan memiliki suhu stabil antara 15-25°C, karena suhu ekstrem dapat mempercepat degradasi baterai. Selain itu, gunakan penutup mobil berbahan breathable agar kendaraan terlindungi dari debu dan paparan sinar UV tanpa menghambat sirkulasi udara.
Salah satu aspek terpenting yang harus diperhatikan adalah baterai. Sebelum ditinggalkan dalam waktu lama, pastikan tingkat pengisian daya berada di kisaran 40-60 persen. Kondisi ini ideal untuk menjaga kesehatan sel baterai dalam jangka panjang. Selain itu, lepaskan kabel pengisi daya dari port charging untuk menghindari risiko arus pendek atau overcharge yang dapat merusak sistem kelistrikan kendaraan.
Langkah terakhir adalah menonaktifkan semua sistem elektronik, termasuk fitur connected car dan keyless entry. Hal ini bertujuan untuk mencegah daya baterai 12V terkuras habis selama mobil tidak digunakan. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, mobil listrik akan tetap dalam kondisi prima dan siap digunakan kembali setelah mudik tanpa kendala teknis.