Produsen otomotif asal Tiongkok, BYD, berhasil mempertahankan dominasinya sebagai pemimpin global kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) selama dua kuartal berturut-turut. Berdasarkan data penjualan terbaru dari Counterpoint Research, BYD berhasil mengungguli Tesla dalam pengiriman kendaraan listrik pada kuartal pertama 2025, dengan mencatatkan 416.388 unit, jauh melampaui Tesla yang mencatatkan 336.681 unit. Keberhasilan ini merupakan kelanjutan dari pencapaian mereka di kuartal IV 2024, di mana BYD juga mencatatkan angka lebih tinggi dari Tesla.
Walaupun secara keseluruhan pada tahun 2024 Tesla masih unggul tipis dengan penjualan 1.789.226 unit dibandingkan BYD yang mencapai 1.764.992 unit, proyeksi 2025 menunjukkan BYD akan mengambil alih posisi puncak. Faktor utama keberhasilan BYD terletak pada strategi produksi terintegrasi secara vertikal dan dukungan kebijakan domestik yang kuat. Selain itu, peluncuran sistem pengisian daya ultra cepat dengan arsitektur 1.000V dan baterai berteknologi Blade Battery mampu meningkatkan performa dan mengurangi kecemasan konsumen terhadap waktu pengisian daya.
Sementara itu, Tesla menghadapi tekanan dari berbagai arah, mulai dari penurunan penjualan di AS dan Eropa, hingga ketegangan geopolitik dan kenaikan tarif komponen impor dari Tiongkok. Sikap CEO Elon Musk yang kontroversial turut memicu reaksi negatif dari konsumen di beberapa pasar. Di sisi lain, BYD terus memperluas pasar globalnya dengan efisiensi biaya dan inovasi teknologi, memperkuat posisinya dalam peta industri otomotif dunia dan menandai kebangkitan produsen Tiongkok di segmen kendaraan listrik.